Polda Metro Jaya tetapkan tiga tersangka dalam insiden ledakan gudang kembang api Kosambi

2019-05-22 08:23:13 吕訇 26
2017年10月28日下午1:58发布
2017年10月28日下午1:58更新

MELEDAK。 Personel Kepolisian Polda Metro Jaya mengevakuasi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi,Tangerang,Banten,Kamis,26 Oktober。 Foto oleh Muhammad Iqbal / ANTARA

MELEDAK。 Personel Kepolisian Polda Metro Jaya mengevakuasi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi,Tangerang,Banten,Kamis,26 Oktober。 Foto oleh Muhammad Iqbal / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka dalam kasus ledakan gudang kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses pada Sabtu,28 Oktober。 Ketiga tersangka adalah Indra Liyino(pemilik PT Panca Buana Cahaya),Andria Hartanto(Direktur Operasional Perusahaan)dan Suparna Ega(tukang las)。

“Penetapan tersangka dilakukan setelah mengumpulkan bukti,meminta keterangan saksi,dan olah TKP。 Kami tetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini,“ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Konbes(Pol)Argo Yuwono ketika memberikan keterangan pers pada siang ini。

Argo menjelaskan Indra dijerat dengan pasal 359 KUHP mengenai kelalaian yang menyebabkan kematian dan pasal 74 junto 183 UU nomor 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan。 Dari hasil investigasi kepolisian,perusahaan terbukti mempekerjakan anak di bawah umur。 (BACA: )

“Dari hasil penyelidikan,ada tiga anak yang dipekerjakan。 Sebagai perusahaan yang memiliki tingkat risiko tinggi,anak di bawah umur tidak boleh dipekerjakan,“tutur dia。

Salah satu korban anak di bawah umur adalah Surnah yang telah dimakamkan pada pagi tadi di TPU Kosambi。 Sementara,dua tersangka lainnya yakni Egi dan Andria dikenakan pasal 359 KUHP mengenai kelalaian yang menyebabkan kematian dan pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran。

Dua tersangka yakni Indra dan Andria telah ditahan di Polda Metro Jaya。 Sementara,Ega masih dicari keberadannya oleh polisi。 Ada kemungkinan Ega ikut menjadi korban kebakaran。

“Kami belum mengetahui apakah dia termasuk dalam korban tewas kebakaran。 Sejauh ini,ada tiga jenazah yang belum teridentifikasi di RS Polri Kramat Jati,“ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya,Nico Afinta。

Namun,hingga hasil identifikasi forensik keluar,polisi masih menyatakan Ega masuk dalam DPO。

Jumlah korban tewas bertambah

Dalam kesempatan itu,polisi juga menyebut jika jumlah korban jiwa bertambah menjadi 48 orang。 Satu korban lainnya merupakan bayi yang mengalami luka bakar hebat。

“Kami masih mencari tiga orang yang belum teridentifikasi。 Bagi keluarga yang belum ke rumah sakit,kami imbau untuk datang,“kata Nico。

Ia kembali menegaskan jika pintu depan gudang penyimpanan kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses tidak terkunci。 Sebab,berdasarkan keterangan beberapa saksi,ada yang bisa keluar melalui pintu depan。

“Ada juga pintu kecilnya,”kata dia。

Sementara,berdasarkan pemeriksaan dan laboratorium forensik diketahui penyebab kebakaran adalah percikan las dan menyambar kembang api。 - Rappler.com