KPK:Bupati Nganjuk terima suap diduga untuk bagi-bagi jabatan

2019-05-22 08:14:21 鄂馑 26
2017年10月26日下午5:51发布
2017年10月26日下午5:51更新

巴朗布基。 Dua petugas disaksikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan(kanan)menunjukkan barang bukti uang yang diamankan dari operasi tangkap tangan(OTT)Nganjuk,di Jakarta,Kamis,26 Oktober。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

巴朗布基。 Dua petugas disaksikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan(kanan)menunjukkan barang bukti uang yang diamankan dari operasi tangkap tangan(OTT)Nganjuk,di Jakarta,Kamis,26 Oktober。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)menetapkan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman sebagai tersangka dalam kasus suap pada Kamis,26 Oktober。 Ia terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan(OTT)yang digelar lembaga anti rasuah itu di dua tempat,yakni Jakarta dan Nganjuk。

Taufiqurrahman ditangkap petugas KPK pada Rabu pagi,25 Oktober di Hotel Borobudur ketika ia dan istrinya hendak meninggalkan hotel。 Sebelumnya,ia sempat bertemu dengan lima orang lainnya di restoran yang diduga untuk membicarakan bagi-bagi jabatan di daerah Nganjuk。

Dari OTT tersebut,petugas KPK menemukan barang bukti uang tunai yang dimasukan ke dalam dua tas senilai Rp 298.020.000 dari IH(Ibnu Hajar)dan SUW(Suwandi)。

“Uang sebesar Rp 298 juta dan Rp 20 ribu itu dimasukan ke dalam dua tas,”ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan ketika memberikan keterangan pers di kantornya pada sore tadi。

Saksikan keterangan pers selengkapnya di bawah ini:

Ibnu Hajar diketahui merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk。 Ia menyetor uang senilai Rp 149.120.000,sedangkan Suwandi selaku Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk menyetor Rp 148.900.000。 Suwandi解开KPK sebagai orang dekat Taufiq。

Diduga uang tersebut diterima Taufiq untuk mengisi beberapa jabatan di Kabupaten Nganjuk。

“Jabatan itu antara lain kepala SD,SMP,SMA,Kepala Dinas,Kepala Bagian,di mana dalam menduduki jabatan,orang tersebut harus memberikan uang kepada pejabat setempat dan pengisian jabatan lain,”kata dia。

Selain Taufiq,lembaga anti rasuah itu juga menetapkan empat orang sebagai tersangka。 Tiga orang sebagai penerima suap Bupati Nganjuk Taufiqurrahman,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ibnu Hajar,dan Kepala SMPN 3 Ngronggot。

Sementara,tak lama terjaring OTT KPK,PDI Perjuangan langsung memecat Taufiq sebagai Kepala DPC Nganjuk。 Ia sebenarnya sudah dinonaktifkan selama satu tahun ke belakang,pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi lainnya。

哈迪尔迪斯塔纳

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku kenal dekat dengan Taufiq yang terjaring OTT KPK。 Menurut Tjahjo,Taufiq merupakan bupati yang cukup sukses selama satu dekade kepemimpinannya。

“Dia,bupati yang sukses。10 tahun jadi bupati,”kata Tjahjo usai memberikan kuliah umum di Universitas Pertahanan dan dikutip 。

Ia menceritakan sebelum ditangkap penyidik KPK,Taufiq masih menghadiri acara di Istana Negara sekitar pukul 15:00 pada Selasa,24 Oktober。 Saat itu,Presiden Joko“Jokowi”Widodo memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia。 Salah satunya mewanti-wanti agar kepala daerah tidak bermain-main dengan hukum termasuk bertindak korup。 (BACA: )

Sayangnya,arahan itu tidak mengena dan dijalankan oleh Taufiq。

- Rappler.com