Aktivis desak Pemprov Jawa Barat hentikan aksi Adu Bagong

2019-05-22 05:17:17 后恤羁 26
2017年10月23日下午7点33分发布
2017年10月23日下午7:34更新

ADU BAGONG。 Aktivis meminta Pemprov Jawa Barat untuk menghentikan tradisi Adu Bagong karena aksi tersebut melukai mahluk hidup lainnya。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

ADU BAGONG。 Aktivis meminta Pemprov Jawa Barat untuk menghentikan tradisi Adu Bagong karena aksi tersebut melukai mahluk hidup lainnya。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

BANDUNG,印度尼西亚 - Yayasan Scorpion印度尼西亚menuntut Gubernur Jawa Barat,Ahmad Heryawan mengeluarkan larangan pertunjukan Adu Bagong di sejumlah daerah di Jawa Barat。 Tuntutan itu disampaikan kelompok peduli satwa itu dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung,Senin 23 Oktober 2017。

Massa yang berjumlah belasan orang itu mengenakan topeng bergambar muka Babi Hutan dan Anjing Pitbull。 Selain melakukan orasi,massa juga membawa spanduk dan poster yang berisi aspirasi mereka。 海报 - 海报itu antara lain bertuliskan“Kami lahir bukan untuk disabung”dan“Menderita atas nama tradisi。”

Direktur Investigasi Yayasan Scorpion Indonesia,Marison Gucianio menyebut,tradisi Adu Bagong adalah bentuk kekejaman terhadap hewan,bahkan merupakan tindak pidana yang bisa dijerat pasal 302 Kitab Undang undang Hukum Pidana(KUHP)dengan ancaman denda dan kurungan

“Memang penegakan terhadap pasal ini masih sangat lemah。 Tetapi,upaya untuk menghentikan kekejaman terhadap hewan harus terus dilakukan dan semua pihak baik itu penegak hukum,pemerintah,masyarakat,harus menyadari dan bersepakat untuk menghentikan kekejaman terhadap hewan atas nama tradisi apapun,“ujar Marison kepada Rappler di lokasi aksi,Senin,23 Oktober 。

Menurut Marison,Adu Bagong ini telah menjadi tradisi di Jawa Barat yang berlangsung sejak puluhan tahun lalu。 Tradisi ini biasanya digelar di beberapa daerah di Jawa Barat,seperti Kabupaten Bandung,Garut,Kuningan,Majalengka,dan Sumedang。 Dari penelusuran Rappler,tradisi ini muncul dengan tujuan mengurangi populasi Bagong atau Babi Hutan yang sering dianggap meresahkan masyarakat,karena merusak pesawahan dan memangsa ternak。

Dalam perkembangannya,Adu Bagong ini kemudian menjadi tradisi sekaligus hiburan bagi masyarakat sekitar。 Biasanya pertunjukan Adu Bagong digelar di akhir pekan atau pada musim liburan。

Adu Bagong ini mempertontonkan pergulatan antara babi hutan dan beberapa anjing petarung,seperti Pitbull dan Herder。 寻找者babi hutan bisa diserang oleh belasan bahkan puluhan ekor anjing secara bergantian。

“Saya melihat sendiri darah berceceran dari pertarungan残酷的ini,”ungkap Marison。

Yang paling mengkhawatirkan,menurut Marison,adalah ketika masyarakat menikmati pertarungan antara kedua jenis hewan itu。 Masyarakat justru bersorak sorai gembira melihat darah berceceran akibat pertarungan残酷的itu。

“Menurut saya,itu jelas-jelas sangat keliru。 Pemerintah Jawa Barat adalah salah satu pihak yang harus turun ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat bahwa pertunjukan Adu Bagong ini adalah hal yang keliru dan harus dihentikan,“ujar Marison dengan nada berapi-api。

Meski Adu Bagong disebut tradisi,namun Marison menilai,jika tradisi itu mengandung unsur kekejaman terhadap hewan dan makhluk hidup lainnya,harus dihentikan。

“Kekejaman kepada hewan atas nama tradisi itu tidak bisa dibenarkan,harus dikoreksi。 Mana tradisi yang baik kita pertahankan,dan mana tradisi yang huruk kita tinggalkan,“kata dia。 - Rappler.com