Kedutaan:Jenderal Gatot sudah dapat terbang ke Amerika Serikat

2019-05-22 09:29:20 练遣 26
2017年10月23日上午10:23发布
更新时间:2017年10月23日上午10:51

WAYANG KULIT。 Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membawa wayang kulit disela pagelaran Wayang NKRI dengan lakon“Parikesit Jumeneng Noto”di depan Museum Fatahillah,kawasan Kota Tua,Jakarta Barat,Jumat malam,9月29日。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

WAYANG KULIT。 Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membawa wayang kulit disela pagelaran Wayang NKRI dengan lakon“Parikesit Jumeneng Noto”di depan Museum Fatahillah,kawasan Kota Tua,Jakarta Barat,Jumat malam,9月29日。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada pagi ini akhirnya bertemu dengan perwakilan Kedutaan Amerika Serikat Erin McKee untuk mendengarkan penjelasan di balik penolakan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ke Negeri Paman Sam。 McKee yang tercatat di situs Kedutaan AS sebagai Direktur USAID datang mewakili Duta Besar Joseph Donovan yang tengah berada di Kepulauan Banda。

Ia tiba di Kementerian Luar Negeri sekitar pukul 07:30 WIB dan langsung berdialog dengan Retno di kantornya。 Kepada媒体,McKee menegaskan bahwa Pemerintah AS sangat menghargai kemitraan strategis dengan Indonesia。 Oleh sebab itu,ia kembali menyampaikan permintaan maaf pemerintahnya kepada Retno atas insiden penolakan Gatot masuk ke AS pada Sabtu kemarin。 (BACA: )

“Saya kembali meminta maaf kepada Menlu Retno pagi ini,”ujar McKee pada Senin,23 Oktober。

Ia pun turut menyampaikan bahwa tidak ada batasan yang diberlakukan oleh AS kepada Gatot。 Oleh sebab itu,ia kini sudah dapat terbang kembali ke Negeri Paman Sam。

“Jenderal Dunford menjadi tuan rumah dalam konferensi itu dan menyatakan dengan jelas tidak ada permasalahan bagi dia(Gatot)untuk bepergian ke AS。 Kami menyambut baik kedatangannya,“kata dia。

Namun,hal itu tetap tidak menjawab mengapa as sempat menolak masuk Gatot yang pada Sabtu kemarin sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta。 McKee hanya menjawab secara diplomatis bahwa mereka tengah bekerja keras untuk mencari tahu penyebabnya dan memastikan hal tersebut tidak akan terulang kembali。

Pihak Kedutaan AS hanya menjelaskan bahwa mereka akan membantu memfasilitasi komunikasi antara Gatot dengan Jenderal Joseph F. Durford,Jr agar tidak terjadi kekeliruan。 McKee turut menyampaikan bahwa AS ingin tetap menjaga hubungan baik dengan Indonesia yang merupakan mitra strategis。

Tidak puas

Sementara,Retno terkesan tidak puas dengan penjelasan yang disampaikan oleh McKee。 Lantaran,AS belum menjelaskan secara gamblang mengapa Gatot bisa masuk ke dalam daftar cekal pemerintah mereka。 Terlebih hal itu disampaikan kepada Gatot melalui petugas maskapai Emirates yang akan ditumpanginya。

“Dari mereka saya mendapatkan informasi bahwa situasinya sudah diselesaikan。 Sudah tidak ada lagi restriksi dalam bentuk apa pun untuk berkunjung ke Amerika Serikat,tetapi saya sampaikan,itu saja tidak cukup。 Kami tetap memerlukan penjelasan kenapa peristiwa itu sampai terjadi,“ujar Retno。

Kepada McKee,Retno menegaskan dua hal, pertama agar situasi tersebut dituntaskan dan kedua pemerintah meminta penjelasan mengapa nama Gatot bisa masuk ke dalam daftar cekal。

“Mereka mengatakan ada rencana komunikasi antara Jenderal Gatot dengan Jenderal Dunford untuk membahas isu itu。 Pihak Kedutaan mengaku tengah berupaya untuk memfasilitasi komunikasi tersebut,“kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda tersebut。

Sayang,Retno tidak menjelaskan lebih detail apakah ada tenggat waktu yang diberikan kepada Pemerintah AS untuk mengklarifikasi penyebab Gatot dilarang masuk ke Negeri Paman Sam。 Lalu,apakah peristiwa ini dapat menganggu hubungan bilateral kedua negara。

Gatot seharusnya berada di Washington DC untuk menghadiri konferensi mengenai penanggulangan aksi terorisme bersama 77 pimpinan angkatan bersenjata se-Asia Pasifik pada 23-24 Oktober。 Namun,usai ditolak masuk,Gatot mengurungkan niatnya berangkat ke AS hingga ada penjelasan dari pihak Pemerintah Negeri Paman Sam。

- Rappler.com