Polisi:Kebaktian Gereja Stephen Tong dibatalkan karena panitia tak mengantongi izin

2019-05-22 05:01:04 麦制督 26
2017年10月20日下午4:06发布
2017年10月20日下午4:06更新

海报。海报kegiatan Kebaktian Stephen Tong untuk kegiatan Reformasi Gereja 500 tahun di Indonesia。 Foto diambil dari situs STEMI

海报。 海报kegiatan Kebaktian Stephen Tong untuk kegiatan Reformasi Gereja 500 tahun di Indonesia。 Foto diambil dari situs STEMI

YOGYAKARTA,印度尼西亚 - Kabid Humas Polda Yogyakarta AKBP Yuliyanto mengonfirmasi jika acara Kebaktian Nasional Reformasi Gereja 500 Tahun yang semula digelar di Stadion Kridosono dibatalkan。 Hal itu lantaran panitia tidak dapat melampirkan izin dari pengelola stadion。

“Untuk kegiatan keagamaan,memang polisi tidak mengeluarkan surat izin apa pun。 Tetapi,yang mau melaksanakan kegiatan,wajib memberitahukan kepada polisi,“ujar Yuliyanto yang dihubungi pada Jumat,20 Oktober。

Ia menjelaskan jika izin dari pengelola tempat dilampirkan,maka polisi akan mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan(STTP)。 Tetapi,panitia harus mengirimkan surat pemberitahuan secara lengkap kepada kepolisian。

Persyaratan yang diminta di dalam surat pemberitahuan itu antara lain detail acara,jumlah peserta,panitia,pembicara dan hal lain yang ada di dalam acara itu。

“Ada juga yang melampiri surat pemberitahuan itu dengan izin pengelola atau pemilik tempat。 Panitia betul sudah kirim surat pemberitahuan kepada Polda,tetapi mereka tidak bisa melampirkan surat izin dari pengelola atau pemilik tempat,“kata dia。

Dari informasi yang diperoleh,pembatalan kegiatan kebaktian itu dikeluarkan oleh pengelola Stadion Kridosono。 Pembatalan dilakukan semula pada 12 Oktober。 Kemudian,pembatalan itu kembali dilayangkan dalam bentuk secara tertulis pada 17 Oktober。

Yuliyanto menjelaskan jika suatu acara tidak mendapat STTP dari polisi,maka kegiatan itu tidak akan mendapat pengamanan dari polisi。 Contohnya,jika dibutuhkan penutupan jalan atau rekayasa lalu lintas。

Konsekuensinya maka ketika ada kegiatan yang memerlukan pengaturan lalu lintas,maka petugas lalin akan menerjunkan Polisi Lalu Lintas。

“Kalau tidak ada(STTP)ya tidak ada kegiatan。 Mau ngamanin apa,“kata dia。

Sementara,terkait kabar adanya surat protes yang dilayangkan oleh beberapa ormas tertentu atas kegiatan itu,Yuliyanto mengaku sudah pernah membaca surat itu。 Tetapi,tidak bisa memastikan kapan surat itu masuk atau apakah sudah dibaca oleh Kapolda。

“Saya pernah baca(surat itu)mungkin di media sosial,karena surat itu kan ditujukan untuk Kapolda,”tutur dia。

Sementara,menurut keterangan tertulis dari Sekretariat Stephen Tong Evangelistic Ministries International(STEMI)menyebut jika surat dari ormas itu berisi adanya tuduhan bahwa Pendeta Stephen Tong melakukan kebaktian berupa penyembuhan fisik。

“Stephen Tong hanya melakukan kebaktian yang menekankan pertobatan sejati dari manusia berdosa kembali di dalam Tuhan Yesus Kristus kepada allah Tritunggal,”kata STEMI。

Mereka mengaku kecewa acara kebaktian dibatalkan sebab persiapan sudah dilakukan sejak Mei lalu。 Mereka bahkan juga sudah memperoleh izin dan rekomendasi dari beberapa pihak seperti Bimas Kristen di Yogyakarta,rekomendasi dari Kepolisian Sektor dan Kepolisian Resor setempat,surat pemberitahuan ke Kepolisian Daerah DI Yogyakarta serta semua prosedur untuk penyewaan Stadion Kridosono。

Namun,pihak pengelola stadion membatalkan dengan alasan Yogyakarta dalam keadaan yang tidak kondusif。 Menurut mereka,dengan adanya pembatalan itu,dapat mencoreng citra Indonesia sebagai negara yang ramah dan toleran di dunia internasional。

“Kami sangat menyesalkan adanya kesimpulan berkenaan dengan situasi keamanan DI Yogyakarta sebagai daerah pariwisata yang terkenal di seluruh dunia yang diambil oleh bukan pihak berwajib,dan menjadikannya alasan penolakan,”kata mereka。

Peringatan 500 Tahun Reformasi Gereja Tuhan merupakan rangkaian acara yang digelar di 17 kota di seluruh Indonesia dan 22 kota lainnya di luar negeri seperti London,New York,Washington DC,Melbourne,Taipei,Singapura hingga San Fransisco。 - Rappler.com