Menlu:Peran媒体敲击对象

2019-05-22 03:22:13 麦制督 26
2017年10月17日下午5:33发布
2017年10月17日下午5:33更新

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat menyampaikan pidato di acara Konperensi Jurnalisme Agama; Peliputan Agama di Asia,Selasa,2017年10月17日,Selasa(17/10)

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat menyampaikan pidato di acara Konperensi Jurnalisme Agama; Peliputan Agama di Asia,Selasa,2017年10月17日,Selasa(17/10)

TANGERANG,Banten - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi tergolong外交官karier yang kaya pengalaman berinteraksi dengan isu peliputan media dan antar agama。 Saat pecah kontroversi kartun Nabi Muhammad SAW di sebuah tabloid di Denmark,Retno menjabat duta besar di Norwegia。 Tahun 2006,印度尼西亚dan Norwegia memfasilitasi Global Intermedia Dialogue yang melibatkan 100-an praktisi media dari 40-an negara untuk membahas bagaimana peliputan antar agama dan meliput kemajemukan di masyarakat。

“Topik media dan dialog antar agar dekat dengan hati saya,dan saya senang bisa berbagi informasi tentang apa yang dilakukan Indonesia berkaitan dengan topik ini,”ujar Retno saat menyampaikan pidato di acara Konperensi Jurnalisme Agama; Peliputan Agama di Asia,Selasa,2017年10月17日。

Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Jurnalis Agama Internasional(IARJ),Serikat Jurnalis untuk Keberagaman(SEJUK)dan Universitas Multimedia Nusantara。 Retno menyampaikan bahwa sejak reformasi,Kementerian Luar Negeri sudah melakukan banyak upaya untuk membangun dialog antarumat beragama。 “Ini sudah menjadi DNA dari diplomamasi Indonesia,”kata dia di depan puluhan peserta termasuk praktisi media dari 15 negara。

Retno menyampaikan sejumlah kegiatan yang dilakukan Kemlu。 “梅2017年adalah pertama kali kami对话antariman dengan缅甸。 Kami juga untuk pertama kalinya menyelenggarakan对话antaragama dengan Singapura pada Juli 2017 dan merayakan ulang tahun ke-50 diplomasi antarnegara。 Oktober ada satu lagi对话antarumat beragama dengan奥地利,“ujar perempuan pertama Indonesia yang menjabat menteri luar negeri itu。

印度尼西亚melalui Kemlu juga aktif dalam对话antarumat beragama dan budaya di ASEAN dan Afrika,dalam forum tidak resmi di Korea,Meksiko dan sejumlah negara lain。 Tahun 2016 Indonesia mencanangkan prakasa baru:pemberdayaan perdamaian lewat bentuk digital。 Ini kampanye kontra narasi terhadap ideologi ekstrimis。

Diplomasi maraton

Menurut Retno,tema konperensi bagi wartawan peliput agama ini bertepatan dengan sejumlah kegiatan yang dia ikuti。 “Ada banyak hal terjadi,Diplomasi Indonesia,diplomasi kemanusiaan dan antarumat beragama。 5 pekan lalu saya melakukan diplomasi maraton untuk kemanusiaan。 Ke Myanmar dan Bangladesh untuk berdiskusi perkembangan di negara bagian Rakhine,“kata Retno。

Sesudah itu,kata Retno,dia pergi ke New York untuk menghadiri pertemuan majelis umum PBB selama 10 hari。 “Ada 115 pertemuan yang saya hadiri。 Sebagian dari pertemuan adalah membahas对话antarumat beragama。 Selain itu juga membahas perkembangan yang terjadi di Rakhine。 Dari New York saya melakukan pertemuan di Tunisia untuk membikrakan lanjutan forum demokrasi di Bali,“tuturnya。 Tunisia dipilih karena di negeri itu lah awal mula terjadi“Arab Spring”yang kemudian sempat memicu perubahan politik di Timur Tengah。

Di Tunisia,kata Retno,“Kami bertukar pikiran soal demokrasi sebagai negara mayoritas Muslim seperti Indonesia。 Demokrasi dengan Islam saling itu kompatibel dan bisa berjalan secara harmoni。“

Perjalanan diplomasi Retno berlanjut ke Yordania membahas Palestina。 “Untuk negeri yang majemuk seperti Indonesia,harmoni dan kerukunan harus ada。 Tidak ada pilihan lain。 Jika tidak,negara ini tidak akan bertahan。 Kerukunan juga harus ada,tapi tidak akan ada dengan sendirinya。 Harus ditumbuhkan。“

Peran媒体

Menlu Retno menggunakan kesempatan berbicara di depan peserta konperensi untuk menggarisbawahi peran penting media。 “Sebab media mempunyai peran yang kuat untuk memberikan pola pikir masyarakat,termasuk pola pikir damai,”kata Retno。

Mantan dubes di Belanda ini juga menyampaikan,dalam tataran global pihaknya sangat khawatir pada tiga hal nyata。 Pertama intoleransi,terutama keterkaitan yang keliru antara Islam dan ekstrimisme,kekerasan,bahkan terorisme。 Karena semua agama mengajarkan kerukunan。

Kedua, penyalahgunaan ajaran agama untuk tujuan tidak manusiawi。 Ketiga penggunaan媒体sosial untuk menyebarkan骗局。 Karena itu pula Kemenlu mempunyai program untuk anak muda agar terlibat mengatasi informasi hoax别名bohong。 “Sekali lagi,媒体mempunyai peran dalam menyampaikan harmoni,toleransi dan perdamaian,”ujar Retno。

Rektor UMN Ninok Leksono mengatakan peliputan agama selama ini dianggap kalah penting dibanding meliput politik dan ekonomi。 Konperensi ini sebuah pengingat akan pentingnya peliputan isu agama。

Elisa Di Benedetto dari IARJ Italia yang berbicara dalam sesi mengenai pengungsi dan identitas agamanya,mengakui betapa jurnalis di negara-negara di kawasan Eropa kurang memiliki pemahaman betapa pentingnya sudut pandang agama dalam meliput pengungsi yang harus tinggal di negara transit ataupun negara tempat dia harus tinggal setelah terusir dari negaranya。

“Padahal isu agama dan bagaimana memastikan pengungsi tetap dapat melaksanakan agamanya,itu penting。 Ini faktor kunci dalam upaya integrasi ke masyarakat asal di mana pengungsi itu tinggal,“uja Elisa。

Konferensi berlangsung selama tiga hari dan membahas beragam tema,dari meliput isu agama,meliput agama dan feminism sampai pengarusutamaan peliputan agama dalam kebijakan redaksi。 - Rappler.com