Kondisi tak kondusif,Mendagri tunda pelantikan Bupati Tolikara

2019-05-22 10:25:05 车靡逗 26
2017年10月13日晚9点发布
2017年10月13日晚9点更新

REVISI UU PILKADA。 Mendagri Tjahjo Kumolo(kedua kiri)didampingi Ketua Komisi II DPR Rambey Kamarulzaman(kiri)menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Kerja dengan Komisi II DPR dengan议程Pengambilan Keputusan Tingkat I Revisi UU Pilkada di Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta,Selasa,31 Mei。 Foto oleh Yudhi Mahatma / ANTARA

REVISI UU PILKADA。 Mendagri Tjahjo Kumolo(kedua kiri)didampingi Ketua Komisi II DPR Rambey Kamarulzaman(kiri)menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Kerja dengan Komisi II DPR dengan议程Pengambilan Keputusan Tingkat I Revisi UU Pilkada di Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta,Selasa,31 Mei。 Foto oleh Yudhi Mahatma / ANTARA

SEMARANG,印度尼西亚 - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan琼脂pelantikan Bupati Tolikara terpilih Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo ditunda sementara waktu。 Ini lantaran suasananya tidak kondusif。 Apalagi pada Rabu kemarin,kantor Kemendagri digeruduk massa yang merupakan pendukung salah satu calon Bupati yang kalah dalam Pilkada。

“Yang diputuskan KPU(Komisi Pemilihan Umum),Mahkamah Konstitusi(MK),siapa yang menang kamilah yang mengeluarkan SK.Minggingat masih ada sengketa antara dua kubu,jadi kami memilih SK-nya kami undur dulu supaya kondisinya kondusif,”ungkap Tjahjo usai rapat koordinasi dengan para camat se-Indonesia pada Kamis malam,12 Oktober di Semarang。

Ia mengaku sudah memohon kepada Gubernur Papua Lukas Enembe dan Kapolda Papua untuk meningkatkan keamanan di Kabupaten Tolikara。

“Yang pasti polisi harus secepatnya mengusut siapa penggerak massa yang anarkistis tersebut,”kata dia。

Tjahjo menegaskan proses pelantikan Bupati baru Tolikara baru dilakukan jika situasinya kondusif。 Namun,ia juga berharap proses tersebut tidak memakan waktu yang lama。

“Ini pengalaman semua pihak untuk adil。 Tapi,pemerintahan ini tidak boleh lama-lama berhenti,“tutur Tjahjo。

Sebelumnya,politisi PDI Perjuangan itu menye but massa yang telah merusak kantor Kemendagri merupakan suruhan dari pihak Jhon Tabo。 Massa menggeruduk kantor Kemendagri karena tidak puas terhadap putusan Mahkamah Konstitusi yang malah menyatakan Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo sebagai pemenang Pilkada Tolikara。 (BACA: )

Jhon pun sudah meminta maaf atas kejadian itu。 Ia juga sudah meminta kepada petugas kepolisian agar lekas mengungkap dalang di balik aksi pengerusakan kantor Kemendagri。

Akibat aksi anarkistis itu,sebanyak 15 orang karyawan Kemendagri terluka。 Mereka ikut terkena lemparan batu karena mencoba menghalau massa masuk ke dalam kantor。 - Rappler.com