Tim sinkronisasi:23 janji politik Anies-Sandi diturunkan menjadi 167 program kerja

2019-05-22 06:49:08 麦制督 26
2017年10月13日下午6:33发布
更新时间:2017年10月14日上午8:22

BUKU LAPORAN。 Ketua tim sinkronisasi menyerahkan hasil kerja mereka selama enam bulan terakhir kepada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Jumat,13 Oktober。 Foto oleh Ananda Nabila / Rappler

BUKU LAPORAN。 Ketua tim sinkronisasi menyerahkan hasil kerja mereka selama enam bulan terakhir kepada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Jumat,13 Oktober。 Foto oleh Ananda Nabila / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Setelah hampir enam bulan bekerja,akhirnya tim sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno merampungkan tugas mereka。 Kinerja mereka dibuktikan dalam bentuk buku berjudul'Sumbangan Pemikiran'dan diserahkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih。

Ketua tim sinkronisasi Sudirman说mengatakan buku itu memuat kajian selama mereka bekerja sejak 8梅拉禄。 Anies enggan membuka dan membaca apa saja masukan yang disampaikan oleh tim sinkronisasi dan dapat disesuaikan dengan janji kampanye mereka。

“Suatu saat buku ini akan bisa dibuka dan dipakai bagi siapa pun,transisi pemerintahan di mana pun。 Sehingga pembelajaran proses transisi ini bisa dipelajari di semua tempat,“ujar Anies di posko tim Anies-Sandi di kawasan Kebayoran Baru pada Jumat,13 Oktober。

Ia mengaku bangga terhadap timnya。 Sebab,baru enam bulan terpilih sebagai orang nomor satu di DKI,tetapi sudah mengatur program dan strategi。

“Coba,bagaimana jika sudah dilantik nanti?”kata dia menanggapi kinerja dari tim sinkronisasi。

Anies mengatakan hasil kajian tim sinkronisasi yang sudah dirangkum dalam bentuk buku itu masih menjadi dokumen yang dipegang oleh tim internal Anies dan Sandi。

Kendati tidak dibolehkan mempublikasikan isi,namun Sudirman bersedia memaparkan secara garis besar hasil kinerja mereka selama enam bulan。

“Dari 23 janji kerja politik,kami sudah menerjemahkannya menjadi 167 program。 Kemudian,terdapat 527 kegiatan yang dibagi ke dalam 14 bidang RKPD(Rencana Kerja Pemerintah Daerah),“kata Sudirman。

Di dalam buku itu juga dilengkapi CD yang memuat bahan presentasi dari 200 rapat yang dilakukan tim sinkronisasi dengan berbagai pemangku kepentingan。 Tim sinkronisasi menjelaskan bahwa fokus Anies-Sandi pada tahun 2017 yakni memanfaatkan semaksimal mungkin serapan APBD yang belum dijalankan。

Berdasarkan analisanya,hingga hari ini,Pemprov DKI baru menggunakan APBD sebesar 47,1 persen。

“Ini membuat Pak Anies dan Pak Sandi harus memanfaatkan Rp 425 miliar per harinya.Bayangkan itu,padahal sisanya tinggal 2,5 bulan menuju 2018,”kata dia。

Namun,Sudirman mengakui ada beberapa program yang belum dimasukan ke dalam buku hasil kerja itu。 Hal itu lantaran tim masih menunggu otoritas dari pemerintah provinsi。 Setelah Anies dan Sandiaga dilantik,rencananya tim sinkronisasi segera menyesuaikan sisa program-program kerja yang belum bisa dikaji ulang。

Ia mengatakan bahwa tim sinkronisasi juga telah menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD)periode 2017-2022。

Di tempat yang sama,Wakil Gubernur DKI terpilih Sandiaga Uno juga mengapresiasi kerja dari tim sinkronisasi yang diketuai Sudirman。 Ia menjelaskan setelah dilantik pada Senin,16 Oktober,Anies-Sandi akan fokus kepada tiga hal yakni isu lapangan pekerjaan,pendidikan yang lebih baik dan biaya hidup yang terjangkau bagi warga DKI。

Tim sinkronisasi yang dibentuk 8 Mei lalu terdiri dari tujuh orang anggota yakni Eko Prasojo,Fadjar Pandjaitan,Marco Kusumawijaya,Edriana Noerdin,Rikrik Rizkiyana,Mohammad Hanief Arie Setianto dan Untoro Hariadi。 Mereka bertugas untuk menerjemahkan janji-janji politik Anies-Sandi sehingga menjadi program yang dapat direalisasikan。 - Rappler.com