Hasil Pilkada Tolikara jadi pemicu massa geruduk kantor Kemendagri

2019-05-22 10:48:10 赏疴 26
发布时间:2017年10月12日上午7:47
更新时间:2017年10月12日上午7:47

PECAH。 Kaca di bagian depan lobi gedung kantor Kemendagri pecah akibat dilempar batu oleh massa demonstran penolak hasil Pilkada Tolikara pada Rabu sore,11 Oktober。 Foto:istimewa

PECAH。 Kaca di bagian depan lobi gedung kantor Kemendagri pecah akibat dilempar batu oleh massa demonstran penolak hasil Pilkada Tolikara pada Rabu sore,11 Oktober。 Foto:istimewa

雅加达,印度尼西亚 - Kantor Kementerian Dalam Negeri tiba-tiba berubah menjadi arena kerusuhan pada Rabu sore,11 Oktober sekitar pukul 15:00 WIB。 Sekelompok massa merangsek masuk ke dalam kantor Kemendagri sambil melempar batu。

数据dari Kemendagri menyebut aksi anarkistis itu menyebabkan empat kendaraan,satu bus,kaca gedung Kemendagri dan kamera wartawan rusak。 Massa diketahui sebagai pendukung Jhon Tabo dan Barnabas Weya,salah satu calon bupati di Kabupaten Tolikara,Papua。 Mereka sudah berunjuk rasa sejak pagi lantaran memprotes putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan Jhon dan Barnabas kalah dalam Pilkada。

Menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo,ia sudah pernah menerima perwakilan demonstran sebanyak dua kali。 “Pertama,di ruang kerja saya dan semalam saya terima di depan kantor Kemendagri,”ujar Tjahjo melalui pesan singkat pada Rabu malam kemarin。

Ia menjelaskan massa yang protes sengaja datang ke雅加达atas perintah pasangan Jhon dan Barnabas。 Mereka menuntut agar Kemendagri membatalkan keputusan Mahkamah Konstitusi(MK)。

Pada 31 Juli lalu,Mahkamah Konstitusi yang dipimpin Ketua Arief Hidayat memutuskan pemenang Pilkada di Tolikara adalah pasangan Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo。 Berdasarkan putusan MK总suara dari 28 distrik untuk pasangan nomor urut satu itu yakni 116.259 suara。 Sedangkan,pasangan Jhon dan Barnabas memperoleh 86.679 suara。

“Mereka(pendemo)meminta saya membatalkan keputusan MK dan melantik calon yang kalah。 Padahal,sudah saya jelaskan bahwa keputusan MK itu final dan mengikat,(tetapi)mereka tidak mau tahu dengan keputusan MK itu,“kata dia。

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono mengatakan pihaknya telah menawarkan mediasi untuk menemui para pendemo。 Tetapi,mereka tetap mendesak agar bisa bertemu langsung dengan Mendagri Tjahjo。

Namun,saat itu Tjahjo sedang tidak berada di kantor。 Oleh sebab itu,perwakilan demonstran ditawari untuk ditemui Soemarsono。 Tetapi,mereka menolak。

Di saat yang sama,beberapa orang yang ditawari untuk bertemu Soemarsono malah kembali kepada massa yang berada di luar gedung Kemendagri sambil berteriak。 Teriakan itu,akhirnya memprovokasi massa sehingga mereka merangsek masuk ke dalam gedung。

Tjahjo menyayangkan pihak yang kalah justru mengerahkan massa hingga berujung perbuatan anarkis dan merusak kantor Kemendagri。 Padahal,ia sudah beritikad baik dengan menerima pihak yang kalah dan menang untuk berdialog。 Jadi,tidak ada yang dikesampingkan。

Ke depan,Tjahjo berencana segera melantik pasangan Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo。 Sebab,itu prosedur yang harus ditempuh pasca putusan MK dikeluarkan agar tidak ada kekosongan pemerintahan。

“Prinsipnya kan tidak bisa lama-lama ditangguhkan pelantikannya。 Sudah ada keputusan pemenang oleh MK。 Akan menganggu pemerintahan dan pelayanan masyarakat nanti(jika ditunda)。 Kemendagri sudah berdialog dengan Gubernur Papua,Kapolda dan Kodam,“kata dia。

Kondisi di kantor Kemendagri sendiri sudah mulai kondusif sejak Rabu malam。

Belasan orang sudah ditangkap

JENGUK。 Istri Mendagri Erni Guntarti menjenguk korban luka akibat tindak anarkis di kantor Kemendagri pada Rabu sore,11 Oktober。 15 orang diketahui terluka。 Foto diambil dari akun Twitter @Kemendagri_RI

JENGUK。 Istri Mendagri Erni Guntarti menjenguk korban luka akibat tindak anarkis di kantor Kemendagri pada Rabu sore,11 Oktober。 15 orang diketahui terluka。 Foto diambil dari akun Twitter @Kemendagri_RI

Sementara,Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Argo Yuwono mengatakan sebanyak 15 terduga pelaku penyerangan kantor Kemendagri sudah ditangkap sejak Rabu sore kemarin。 Satu di antaranya diketahui membawa senjata tajam dan bernama Yokiles Wanimbo。

“(Pelaku)yang membawa pisau belati atas nama Yokiles Wanimbo,”ujar Argo kepada media saat dikonfirmasi。

Ia menjelaskan jika para pelaku penyerangan tergabung dalam LSM Barisan Merah Putih。 Mereka merupakan para pendukung calon Bupati Tolikara Jhon Tabo。 Polisi masih terus meminta keterangan dari terduga pelaku。

“14 orang lainnya masih didata dan diambil sidik jarinya,”kata dia。

Kasus tindak anarkis di kantor Kemendagri secara resmi turut dilaporkan oleh karyawan instansi tersebut。 Pelapor diketahui bernama Endang尝试Setyasih。 Namun,ia enggan memberi keterangan usai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu(SPKT)。

Terduga pelaku diancam dengan pasal 170 KUHP dan atau pasal 406 KUHP dan atau pasal 160 KUHP mengenai pengerusakan secara bersama-sama dan atau penghasutan。 Sementara,polisi memastikan tidak ada korban jiwa dari PNS Kemendagri dalam insiden pada Rabu sore。 Jumlah korban luka mencapai 15 orang。

“Kalau dari Kemendagri yang jadi korban saja ada 15 orang.Lima orang kita rawat di RSPAD Gatot Soebroto dan 10 kita rawat di poliklinik,”tutur Argo。

Istri Tjahjo,Erni Guntarti terlihat menjenguk para korban di RSPAD dan mendoakan agar mereka lekas sembuh。 - Rappler.com