Polisi buru penyebar informasi hoax ada diskusi komunisme di LBH Jakarta

2019-05-22 01:53:20 钦铠 26
2017年9月18日下午4:04发布
2017年9月18日下午4:05更新

MENGEPUNG。 Sejumlah petugas kepolisian menjaga sekelompok massa yang mengepung dan melakukan orasi di depan kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta,Minggu malam,9月17日。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

MENGEPUNG。 Sejumlah petugas kepolisian menjaga sekelompok massa yang mengepung dan melakukan orasi di depan kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta,Minggu malam,9月17日。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azsis membenarkan jika penggerudukan yang dilakukan massa terhadap kantor LBH Jakarta dipicu informasi hoax。 Massa yang terdiri dari beberapa ormas mengira jika diadakan研讨会dengan tema komunisme di kantor LBH Jakarta。

Akibatnya,diskusi sejarah yang bertujuan mengungkap kebenaran peristiwa pada tahun 1965 dan digelar pada Sabtu,9月16日dihentikan。 Sementara,terjadi kericuhan di depan kantor LBH Jakarta pada keesokan harinya。 Lima personel polisi diketahui mengalami luka karena terkena lemparan benda-benda tumpul dari massa。

“Ada,sebagian massa dari kelompok ormas yang berusaha tetap ingin masuk ke dalam kantor LBH dengan melakukan tindakan anarkis。 Makanya,ada lima anggota kami yang terluka,“kata Idham di Mapolda Metro Jaya pada Senin,9月18日。

Ia menegaskan,jika tidak ada研讨会dengan tema PKI。 Pada Minggu malam,Idham juga sempat mendatangi kantor LBH Jakarta dan berkomunikasi dengan massa。 Mereka sempat pulang,tetapi pukul 00:00 Senin dini hari,mereka justru kembali dan ingin masuk ke dalam kantor LBH。

Mereka kemudian melempari polisi dengan batu dan botol minuman。 Padahal,polisi sudah berusaha melakukan tindakan persuasif untuk membubarkan massa。 Tetapi,mereka tetap bergeming。 Akhirnya,massa terpaksa dibubarkan menggunakan meriam air。

Puluhan orang ditangkap

Pasca terjadi aksi represif,polisi akhirnya menangkap 37 peserta aksi。 Hingga saat ini mereka masih dimintai keterangan secara intensif di dua tempat berbeda。

Sebanyak 22 orang ditahan di Polres Jakarta Pusat,sedangkan 15 orang lainnya berada di Polda Metro Jaya。

“Kami masih periksa。 Kalau untuk statusnya belum ada(yang dijadikan tersangka)。 Masih saksi ya,“kata Idham。

Selain menangkap orang-orang yang bertindak anarkis,polis kini tengah memburu pihak yang menyebarkan informasi hoax di media sosial dan menyebut acara diskusi di kantor LBH Jakarta membahas paham komunisme。

“Ya,itu tadi isu yang berkembang。 Kadang-kadang di media sosial(banyak)恶作剧。 Itu yang dijabarkan oleh orang-orang yang hanya menerima informasi。 (Mereka)tidak tahu(keakuratan informasi)kemudian berusaha untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis,“kata dia。 - Rappler.com