Aparat sita satwa liar yang dipelihara warga

2019-05-22 12:08:06 衡鬃 26
2017年9月16日下午12:22发布
2017年9月16日下午12:22更新

Dua ekor kukang jantan yang disita dari warga Kampung Kayu Kul,Kecamatan Pegasing,Aceh Tengah pada 2017年9月6日。摄影oleh BKSDA亚齐

Dua ekor kukang jantan yang disita dari warga Kampung Kayu Kul,Kecamatan Pegasing,Aceh Tengah pada 2017年9月6日。摄影oleh BKSDA亚齐

BANDA ACEH,印度尼西亚 - Balai Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA)Aceh menyita enam satwa dilindungi dari warga Aceh setelah melakukan sosialisasi mengenai tumbuhan dan satwa liar(TSL)kepada pemilik hewan tersebut。

BKSDA亚齐juga memantau kemungkinan perdagangan satwa liar yang dilindungi karena masih maraknya pemeliharaan satwa liar oleh warga。

“Kita amati perdagangan lewat media sosial,dibantu teman-teman polisi dan NGO,”kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo。

Keenam satwa liar yang disita BKSDA adalah dua ekor kukang(Nycticebus coucang),dua kucing hutan(Felis bengalensis),seekor siamang(Symphalangus syndactylus)dan seekor elang paria(Milvus migrans)。

Sapto mengatakan bahwa penyitaan semua satwa liar dilindungi dari warga itu dilakukan di tempat dan waktu yang berbeda。

Pada Rabu,2017年9月6日,BKSDA Aceh Resort Takengon mengamankan dua ekor kukang jantan dari warga Kampung Kayu Kul,Kecamatan Pegasing,Aceh Tengah。

Warga bernama Iwan Fitrah,33 tahun,kepada petugas mengaku menemukan dua ekor kukang itu di halaman rumahnya。 Ia juga tidak mengetahui bahwa kukang termasuk hewan yang dilindungi。

“Kami mengetahui Iwan memelihara kukang setelah anggota keluarganya mengunggah video kukang tersebut ke media sosial,”kata Sapto。

Kedua kukang tersebut kemudian diamankan petugas ke kantor Resort Takengon untuk dievaluasi dan diperiksa sebelum dilepaskan ke habitatnya di Kawasan Hutan Taman Buru Lingga Isaq pada Kamis,2017年9月14日。

Pada hari pelepasan dua ekor kukang itu,petugas Resort Konservasi Wilayah 5 Takengon mengamankan dua ekor kucing hutan jantan dari Asmel Diga,36 tahun,warga Kampung Blang Gele,Kecamatan Bebesen,Kab。 亚齐Tengah。

Asmel diketahui telah memelihara satwa liar itu selama semiggu terakhir。 “Kondisi kedua kucing hutan tersebut dalam keadaan hidup dan menurut hasil evaluasi dari petugas RKW 5 Takengon kucing hutan tersebut perlu penanganan lebih lanjut karena masih usia anakan,”ujar Sapto。

Sementara itu,pada Kamis,9月14日,petugas BKSDA Aceh Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam di Kabupaten Aceh Barat Daya mengevakuasi seekor satwa liar jenis siamang dari seorang warga。

Siamang yang diberi nama Luna itu diperkirakan berumur 5-6 tahun dan berkelamin betina。 Saat dievakuasi ia dalam kondisi hidup dan mata sebelah kanan buta。

“Menurut informasi,matanya terluka akibat senjata.Evakuasi dan penyerahan dilakukan dengan mediasi oleh Wakapolres Aceh Barat Daya,Kompol Jatmiko,”kata Sapto。

Pada Rabu,2017年9月13日,BKSDA Aceh Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam juga menyita seekor satwa liar jenis elang paria di Danau Bunaran,Kuta Baharu,Aceh Singkil。

Elang paria berumur tiga tahunan berkelamin jantan itu dievakuasi dalam kondisi terluka。 Kaki kanannya patah dan bulu di sayapnya telah dipotong oleh warga yang menemukannya。

“Saat ini satwa elang tersebut sudah dievakuasi ke kantor BKSDA Aceh di Banda Aceh untuk direhabilitasi sebelum dilepaskan ke habitat alaminya,”jelas Sapto。

Semua warga yang memelihara satwa liar itu,kata Sapto tidak didenda。 “Warga yang memelihara satwa dilindungi karena tidak tahu dan mau seca sukarela menyerahkan(ke BKSDA)tidak diproses hukum,”kata Sapto kepada Rappler pada Jumat,2017 9月15日。 - Rappler.com