Kapolri ingin bertemu Kepala Polisi缅甸untuk bahas isu Rohingya

2019-05-22 10:03:08 后恤羁 26
2017年9月9日下午8:15发布
更新时间:2017年10月5日上午6:26

JENGUK。 Kapolri Jenderal Tito Karnavian(tengah)memberikan keterangan kepada sejumlah media seusai menjenguk Kapolsek Tangerang dan anggotanya yang menjadi korban penusukan simpatisan ISIS di Rumah Sakit Siloam Karawaci,Tangerang,Banten,Jumat,21 Oktober 2016. Foto oleh Moko WH / ANTARA

JENGUK。 Kapolri Jenderal Tito Karnavian(tengah)memberikan keterangan kepada sejumlah media seusai menjenguk Kapolsek Tangerang dan anggotanya yang menjadi korban penusukan simpatisan ISIS di Rumah Sakit Siloam Karawaci,Tangerang,Banten,Jumat,21 Oktober 2016. Foto oleh Moko WH / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kapolri Jenderal(Pol)铁托Karnavian mengaku akan meminta waktu bertemu dengan Kepala Kepolisian缅甸pada pekan depan。 Pertemuan akan dilakukan di sela Konferensi ASEAN National Police(ASEANpol)ke-37 di Singapura pada Selasa,9月12日。

Lalu,apa yang ingin dibicarakan Tito dengan kepolisian缅甸? Ia mengatakan ingin berdialog mengenai penyelesaian konflik yang menimpa etnis Rohingya。 Polri,kata Tito akan mendukung sepenuhnya dalam langkah yang kini tengah dilakukan pemerintah。

“Prinsip kami,kami mendukung langkah-langkah pemerintah。 Kemudian kami tentu jaga Kedutaan(缅甸)。 Tentu,sebab harus kami jaga,“ujar Tito di sela acara pendidikan kilat DPP Golkar di Hotel Sultan pada Sabtu,9月9日。

Kedutaan缅甸menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Minggu dini hari,9月3日lalu。 Hingga saat ini pelakunya belum berhasil ditangkap personel kepolisian。 (BACA: )

Karena isu itu,Duta Besar Indonesia untuk缅甸,Komjen(Pur)Ito ​​Sumardi dihubungi oleh Menteri Luar Negeri缅甸,Aung San Suu Kyi dan penasihat keamanan。 Mereka khawatir terhadap keamanan gedung Kedutaan dan warga缅甸di雅加达。

Pemerintah缅甸tidak ingin warganya menjadi sasaran kemarahan dari sebagian publik印度尼西亚。

Ia mengatakan dalam议程itu,铁托akan berdiskusi cara menghadapi kelompok radikal tanpa mengorbankan warga sipil。 Sebab,apa yang telah mereka lakukan dapat mengancam upaya kemanusiaan yang tengah direalisasikan oleh Pemerintah Indonesia terhadap warga Rohingya。

“Saya nanti,tentu minta waktu双边会议dengan Kepala Kepolisian Myanmar untuk berdiskusi mengenai masalah ini。 Termasuk分享pengalaman kami dalam menangani kelompok-kelompok yang dianggap mungkin bersenjata supaya korban masyarakat sipil tidak jatuh,“kata mantan Kepala BPNT itu。 - Rappler.com