KPK temukan uang Rp 40 juta dalam OTT hakim Bengkulu

2019-05-22 07:46:27 麦制督 26
2017年9月8日下午2点26分发布
2017年9月8日下午2:26更新

巴朗布基。 Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang hasil OTT Hakim Tipikor Bengkulu saat konferensi pers di gedung KPK,Jakarta,Kamis,9月7日。 Foto oleh Hafidz Mubarak A / ANTARA

巴朗布基。 Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang hasil OTT Hakim Tipikor Bengkulu saat konferensi pers di gedung KPK,Jakarta,Kamis,9月7日。 Foto oleh Hafidz Mubarak A / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)akhirnya menetapkan status tersangka terhadap tiga orang dalam Operasi Tangkap Tangan(OTT)hakim di Pengadilan Negeri Bengkulu。 发表评论简介

Ketiganya tertangkap tangan telah menerima suap agar vonis seorang terdakwa bernama Wilson SG ringan。 威尔逊merupakan terdakwa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pendapatan,Pengelolaan dan Aset Kota Bengkulu。

“Selama proses persidangan,ada indikasi kalau keluarga terdakwa mencoba mendekati hakim melalui panitera pengganti yang bernama DHN(Hendra)。 Diduga jumlah uang untuk mempengaruhi putusan hakim mencapai Rp 125 juta,“ujar Komisioner KPK Agus Rahardjo ketika memberikan keterangan pers di kantor KPK pada Kamis malam,9月7日。

Saksikan keterangan pers selengkapnya di sini:

Malam dakwaannya,Jaksa Penuntut Umum(JPU)mengancam Wilson dengan hukuman 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta。 Rupanya,jumlah uang sudah disepakati,sehingga S(Syahdatul)membuat rekening sendiri di Bank Tabungan Negara(BTN)。 Ia kemudian menyetor uang sebesar Rp 150 juta ke rekening tersebut。

“Saat vonis dibacakan,terdakwa dijatuhi hukuman 1 tahun dan 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta,subsider kurungan satu tahun。 Tetapi,saat itu uang belum diserahkan,diduga untuk menunggu situasi lebih aman,“kata Komisioner KPK lainnya,Basaria Panjaitan di tempat yang sama。

Penarikan uang baru dilakukan pada 5月5日dari BTN sebesar Rp 125 juta。 Saat dilakukan OTT di kediaman Dewi,petugas KPK menemukan barang bukti uang senilai Rp 40 juta。 Tim KPK juga menemukan sisa uang Rp 75 juta di kediaman Hendra。

“Diduga uang itu merupakan bagian dari 承诺费 di rumah Hendra,”kata Basaria。

Penangkapan terhadap ketiga tersangka dilakukan dalam dua hari berbeda。 Dewi dan Hendra ditangkap pada Rabu,9月6日。 Sedangkan Syahdatul ditangkap pada Kamis,9月7日di Hotel Santika Bogor。 Ketiganya langsung dibawa ke kantor KPK untuk dimintai keterangan lebih lanjut。

Usai dilakukan pemeriksaan selama 1X24果酱dan gelar perkara,maka KPK menetapkan ketiganya sebagai tersangka。 Mereka juga ditahan hingga proses persidangan digelar。

Diberhentikan

Menurut Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung,Hakim Agung Sunarto,informasi mengenai adanya potensi uang suap di PN Bengkulu datang dari mereka。 MA ingin lembaga anti rasuah itu membantu membersihkan para pelaku peradilan di Indonesia。

Kendati memberikan informasi,tetapi Sunarto menyesali masih ada hakim yang tidak dapat dibina dan menerima uang suap。

“Kalau tidak bisa dibina,maka lebih baik dibinasakan saja。 Buat apa repot-repot,kita tegas sekarang,“ujar Sunarto yang juga ikut pemberian keterangan pers semalam。

Hakim Dewi dan panitera pengganti secara otomatis diberhentikan。 Sunarto mengatakan Surat Keputusannya telah ditanda tangani。

“MA juga menon-aktifkan sementara Ketua PN Bengkulu selaku atasan yang bersangkutan。 Bilamana nantinya dia tidak terbukti,maka akan dipulihkan jabatannya。 Tetapi,jika ia terbukti(ikut menerima suap)maka non aktifnya bersifat tetap,“kata dia。

Sunarto juga berpesan kepada para hakim yang memiliki niat jahat untuk melakukan korupsi,agar membatalkan niat tersebut。 MA akan bersikap tegas dan toleransi terhadap penerima uang suap。

“Kalau ada keinginan,tolong batalkan niat itu,karena MA tidak main-main,”katanya。 - Rappler.com