Utang PT Nyonya Meneer Rp 250 miliar

2019-05-22 03:27:26 宾箧笕 26
2017年9月4日下午3点40分发布
2017年9月4日下午3:40更新

Satu per satu kreditur dipanggil majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang untuk menyerahkan dokumen tagihan yang jadi tanggungan Nyonya Meneer,Senin(4/9)。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

Satu per satu kreditur dipanggil majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang untuk menyerahkan dokumen tagihan yang jadi tanggungan Nyonya Meneer,Senin(4/9)。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Tim kurator Pengadilan Negeri(PN)Kota Semarang,Jawa Tengah,memastikan jumlah utang yang harus dibayar oleh PT Nyonya Meneer sebesar Rp 250 miliar。

Perhitungan total utang tersebut diperoleh dari 85 berkas milik kreditur saat sidang verifikasi kasus kepailitan Nyonya Meneer yang digelar di PN三宝垄pada Senin 2017年9月4日。

Wahyu Hidayat,kurator kepailitan dari PN三宝垄,mengatakan membengkaknya jumlah utang Nyonya Meneer lantaran perusahaan jamu tertua di Jawa Tengah itu masih punya tunggakan tagihan yang cukup besar。

“Terdapat 85 kreditur yang kami hadirkan dalam sidang lanjutan kepailitan hari ini.Total tagihannya Rp 250 miliar,”kata Wahyu Hidayat.Saat ini,kata Wahyu,pihaknya masih memilih mana yang sudah memenuhi syarat dan mana yang belum。

Ia menjelaskan dengan mengacu pada nilai tagihan yang membengkak,maka pihaknya juga menambah jumlah aset-aset yang disita。 Dalam waktu dekat,kata Hidayat,akan ada penyitaan 13 aset kategori barang tidak bergerak。

Selain itu timnya juga akan mengkaji terkait pembekuan 73 merek milik Nyonya Meneer yang termasuk hak kekayaan intelektual。 Merek jamu Nyonya Meneer itu nantinya akan diblacklist sehingga nantinya tidak dapat dijual bebas kepada masyarakat luas。

Meski begitu,ia mengakui bahwa masih banyak berkas kreditur yang belum lengkap。 Ia mencontohkan banyak kreditur yang belum bisa menunjukan berkas perkara hubungan hukumnya。

“Memang banyak dokumen yang sudah didaftarkan kepada tim kurator.Akan tetapi banyak yang belum bisa menunjukkan hubungan hukumnya.Termasuk belum melengkapi surat tagihan piutangnya.Kreditur baru sebatas menunjukan nota pembeliannya dan KTP.Ini kan masih sangat minim,”katanya。

Karena itu ia meminta kepada para kreditur untuk melengkapi dokumen tagihannya。 Agar nantinya dapat diajukan sehingga dapat diajukan sebagai utang yang ditanggung oleh Nyonya Meneer。

“Mereka harus melengkapi semua dokumennya sebelum batas akhir pada pekan depan,”kata Wahyu lagi。

Untuk议程pekan depan,ia menyebutkan masih akan menggelar sidang dengan agenda mempertemukan kreditur dan debitur pailit。

Debitur pailit yang dimaksud ialah perwakilan Nyonya Meneer。 Sedangkan jumlah nilai aset yang akan disita oleh kurator kini masih dihitung ulang。 “Masih dihitung sebelum kita sita semuanya,”katanya。

Sri Ana,seorang buruh parik minyak telon 39 Nyonya Meneer,mengaku geregetan dengan tindakan yang dilakukan pihak menejemen pabrik jamu tersebut。

Pasalnya,ia yang telah bekerja selama puluhan tahun,upahnya justru tak kunjung dibayarkan。 “Tapi apapun itu,saya mau tagih semua tunggakan gaji,iuran BPJS sama pesangonnya,”kata kepada Rappler。

Juminem,buruh Nyonya Meneer lainnya,mengungkapkan hal serupa。 Ini jadi asa terakhirnya untuk menagih upah yang belum dibayarkan oleh pabrik jamu bubuk tersebut。

“Saya sejak 20 Februari 2017 sudah dirumahkan sama Nyonya Meneer.Habis itu enggak jelas nasib saya termasuk tunggakan gaji dan lainnya,”kata Juminem。

Ia sudah bekerja 34 tahun di Nyonya Meneer。 Berawal dari keluarga miskin,ia yang masih berusia 16 tahun ikut membanting tulang menjadi buruh di pabrik Jalan Raden Patah。

Ia menilai Nyonya Meneer telah berlaku tak adil terhadapnya。 Loyalitasnya puluhan tahun dibalas dengan pemutusan hubungan kerja(PHK)。 Praktis,sejak terkena PHK,nasibnya kian tak jelas。

Dirinya kini hanya menganggur di rumah。 Agar dapurnya tetap mengebul,ia memilih berjualan makanan kecil di depan rumah。 “Usia saya kan sudah tua.Mana ada yang mau mempekerjakan saya,”katanya。 -Rappler.com