10点pernyataan Majelis佛驹trahingi罗兴亚

2019-05-22 13:12:11 篁曲 26
2017年9月2日下午9点04分发布
更新时间:2017年9月2日下午9点07分

TRAGEDI KEMANUSIAAN。 Pengungsi Rohingya yang terusir dari negaranya sendiri。 Foto oleh AFP

TRAGEDI KEMANUSIAAN。 Pengungsi Rohingya yang terusir dari negaranya sendiri。 Foto oleh AFP

雅加达,印度尼西亚 - Beberapa tokoh agama Buddha di Indonesia menyampaikan 10 poin pernyataan berkaitan dengan krisis dan kekerasan yang terjadi di 缅甸若开邦。

“Baik masyarakat sipil maupun militer menjadi korban secara fisik maupun psikis,”demikian keterangan tertulis diterima Rappler,Sabtu,9月2日。

Suhadi Sendjaja,Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu membenarkan,dirinya ikut menandatangani pernyataan bersama tersebut。

“Iya,pernyataan itu有效,”kata dia saat Rappler mengkonfirmasi informasi yang beredar tanpa mencantumkan narahubung tersebut。

Pernyataan yang ditandatangani oleh 16 tokoh majelis-majelis Buddha di Indonesia itu dibuat pada tanggal 30 Agustus。 Di antara penandatangan antara lain Bhikkhu Dhammakaro Mahathera dari organisasi Sangha Theravada Indonesia,Bhiksu Duta Smirti Sthavira dari Sangha Mahayana Indonesia,Arief Harsono Ketua Umum Majelis Pandhita Buddha Maitreya Indonesia,Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Syossyu Indonesia dan Suwito Ketua Umum Majelis Mahayana Indonesia。

Setelah mengamati kekerasan yang tak kunjung mereda di Rakhine,majelis-majelis Buddha Indonesia menyatakan:

Salah satu poin yang mereka garis bawahi adalah konflik yang terjadi di Rakhine State adalah tragedi kemanusiaan dan bukan konflik agama。 Hal ini mereka garis bawahi karena khawatir terhadap beragam provokasi mengenai isu Rohingya yang tersebar di Tanah Air。

Pernyataan bersama itu ditutup dengan ucapan,“Semoga semua Makhluk hidup berbagai。”

Pemerintah melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan menyampaikan ,国家参赞缅甸,Senin,9月4日。 Sementara,pada hari ini Retno bertemu dengan sejumlah tokoh pemimpin organisasi massa Islam sebelum bertolak ke缅甸。

Dalam sepekan terakhir,sekitar 400 orang diduga tewas terbunuh,dan 30 ribu lainnya harus menyelamatkan diri lewat perbatasan dengan孟加拉国akibat kekerasan bersenjata di Rakhine,tempat mayoritas warga Rohingya tinggal di Myanmar。 - Rappler.com