Gubernur Jateng siap lantik Nursholeh sebagai Plt Walikota Tegal

2019-05-22 10:44:29 钦铠 26
2017年8月31日下午4:53发布
更新时间2017年8月31日下午4:56

DITAHAN。 Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno(kiri)menjawab pertanyaan wartawan saat berjalan menuju mobil tahan seusai diperiksa di gedung KPK,Jakarta,Rabu,30 Agustus。 Foto oleh Hafidz Mubarak A / ANTARA

DITAHAN。 Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno(kiri)menjawab pertanyaan wartawan saat berjalan menuju mobil tahan seusai diperiksa di gedung KPK,Jakarta,Rabu,30 Agustus。 Foto oleh Hafidz Mubarak A / ANTARA

SEMARANG,印度尼西亚 - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan siap melantik Nursholeh sebagai pengganti Siti Masitha Soeparno untuk menjabat Pelaksana Tugas(Plt)Walikota Tegal。 Siti diganti karena menjadi tersangka dalam OTT kasus suap yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)pada Selasa,29 Agustus。

Ganjar mengaku sudah bertemu dengan jajaran pejabat di lingkungan SKPD Pemkot Tegal untuk membahas penangkapan Siti Masitha oleh pegawai KPK。 Pelantikan Plt akan dilakukan dalam waktu dekat。 Surat penunjukkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah sudah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri。

“Kami segera melantik Plt untuk mengisi kekosongan jabatan Walikota Tegal karena KPK sudah menetapkan status sebagai tersangka,”ujar Ganjar pada Rabu,30 Agustus。

Ia menyesalkan apa yang diperbuat Siti。 Sebab,sebelumnya,ia sudah mewanti-wanti berulang kali agar semua kepala daerah,termasuk Siti menjalankan roda pemerintahan dengan benar。 Menurutnya sebuah daerah bisa menjadi maju bila kepala daerahnya mampu mengayomi masyarakatnya。

Ia pun mengaku berulang kali mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluhkan kualitas pelayanan publik di kota Tegal。 Kendati tidak merinci apa saja keluhan masyarakat itu,namun Ganjar mengatakan jika keluhan tersebut merupakan persoalan berat yang harus diselesaikan oleh Walikota Tegal。

“Ada yang bilang mutasi pegawai negeri di sana asal-asalan。 Itu yang harus jadi pekerjaan rumah bagi pejabat walikota Tegal selanjutnya,“kata dia。

Penangkapan Siti oleh pegawai KPK,ujar Ganjar,harus menjadi perhatian semua pihak,khususnya aparatur sipil negara。 Ganjar meminta agar mereka menahan diri dari perbuatan korupsi。

“Kalau masih banyak yang nyolong saya dukung KPK untuk sering-sering ke Jawa Tengah menggelar OTT,”kata Ganjar mengancam aparatur negara di bawah kewenangannya。

Amir Mirza dipecat

Aksi OTT KPK juga berdampak pada nasib Amir Mirza yang tengah digadang-gadang maju dalam Pemilihan Walikota Tegal pada tahun 2018 mendampingi Siti。 Amir merupakan bakal calon wakil walikota yang berasal dari Partai Nasional Demokrat(Nasdem)。

Ia ditangkap pegawai KPK di lobi sebuah apartemen di daerah雅加达。 Bersama dengan Siti,Amir pun turut ditetapkan sebagai tersangka penerima uang suap dari dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah Tegal。 DPP Nasdem akhirnya memecat Amir akibat perbuatan itu。

“Semua yang dilakukan saudara Amir Mirza yang berkaitan OTT Walikota Tegal murni tanggung jawab pribadi。 Tidak ada kaitannya dengan kegiatan kepartaian di Nasdem,“ujar Setyo Maharso,Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Tengah,kepada Rappler pada Rabu kemarin。

Setyo mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan Amir yang bermain-main dengan perbuatan korupsi。 Penangkapan Amir oleh KPK sudah diketahui pimpinan Partai Nasdem sejak Selasa malam kemarin。

Selain memecat Amir dari keanggotaan partai,nama Amir juga dicopot dari Ketua DPD Brebes。 Sikap itu,kata Setyo,karena Amir dianggap telah mencoreng nama baik partai dan gagal menjaga martabat Nasdem yang mengedepankan nilai-nilai restorasi sebagai sikap setiap kader。

“Mulai tanggal 30 Agustus 2017,Nasdem telah mengeluarkan surat pemberhentian bagi saudara Amir Mirza baik sebagai Ketua DPD Brebes maupun kader,”kata dia。

Menurut Setyo,langkah yang ditempuh Partai Nasdem sudah tepat。 Apalagi Amir juga ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga anti rasuah tersebut。 - Rappler.com